Festival Kopi Papua ke-9 “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua”

0

Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua) resmi menggelar Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 Tahun 2026. Festival bertema “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua” ini berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua.

Pembukaan dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali bersama Kepala BI Papua, Warsono dan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng. Turut hadir jajaran Forkopimda dan perwakilan unsur pimpinan Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Daerah Papua, hingga Wakil Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Mayjend. TNI (Purn) Sturman Panjaitan, S.H. beserta rombongan.

Kepala Perwakilan BI Papua, Warsono dalam laporannya menyampaikan bahwa BI terus memperkuat komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, percepatan transformasi digital, serta penguatan daya saing produk unggulan.

Pada tahun ini, ditegaskan bahwa kopi Papua bukanlah sekadar komoditas, melainkan warisan budaya dan sumber penghidupan masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang berkelanjutan.

Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan seperti pelatihan kewirausahaan Barista, capacity building UMKM ekspor, Tiba-Tiba Cupping, Barista Championship, hingga partisipasi UMKM binaan dalam beberapa pameran kelas dunia, World of Coffee.

Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi pada berbagai mitra strategis yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 yang telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, ditandai dengan penyerahan piagam KEN.

Menurutnya, kopi telah menjadi bagian erat dari gaya hidup masyarakat, tidak hanya sebagai perekat kebersamaan, tetapi juga penggerak roda ekonomi yang menghidupkan ekosistem luas mulai dari petani, hingga pelaku usaha.

“Di tengah posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, kopi Papua disebutnya hadir sebagai salah satu mutiara unggulan dengan keunikan aroma dan cita rasa yang merupakan warisan luhur kekayaan alam Papua yang wajib dirawat dan dilestarikan,” ujarnya.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali dalam paparan pembuka turut menyatakan bahwa Feskop ke-9 sebagai bagian dari KEN menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan kebermanfaatan, serta sebagai bagian dari program nasional Cangkir Barista yang membangun ekosistem UMKM kopi secara end-to-end.

Ricky memaparkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh solid 5,29% (yoy) pada Triwulan II 2026 dengan inflasi Juli 2026 terkendali di 2,88% (yoy). Sementara perekonomian Papua tumbuh 4,49% (yoy) dengan inflasi yang membaik menjadi 2,71% (yoy). Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Provinsi Papua meraih Juara I TPID Awards 2025 dan Pemerintah Kota Jayapura meraih Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026 oleh Kemendagri.

Ia menyebut kekayaan cita rasa kopi Papua, mulai dari arabika Bpiri, robusta Ambaidiru, hingga liberika Genyem, menjadi modal kuat membangun positioning kopi Papua di pasar global.

Ke depan, ia mendorong tiga penguatan: konsistensi kualitas dan pasokan, hilirisasi dan digitalisasi, serta keterpaduan kopi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, sembari mengajak pelaku UMKM dan masyarakat memanfaatkan momentum festival untuk memperluas jejaring dan pasar.

Selain opening dan closing ceremony, selama Feskop 2026 juga akan digelar rangkaian Barista Championship, showcasing UMKM, pertunjukan budaya, music performancetalkshow dan seminar, hingga business matching sebagai bentuk edukasi dan memastikan kebermanfaatan bagi tiap lapisan masyarakat Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini