Agusta Bunai Sulap Noken Jadi Fashion Modern

0

JAYAPURA — Perancang busana etnik Papua sekaligus pemilik brand Labewa Fashion Papua, Agusta Bunai, menegaskan pentingnya melestarikan kearifan lokal melalui pengembangan busana berbahan dasar serat alam dan anggrek kuning.

Menurutnya, inovasi fashion etnik tak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi pendorong utama ekonomi masyarakat lokal, khususnya para perajin dan mama-mama Papua.

“Potensi karya dari kearifan lokal seperti anyaman noken sangat tinggi. Sejak fokus dari tahun 2016, permintaan busana etnik terus meningkat untuk berbagai acara resmi, pernikahan, hingga peringatan 17 Agustus,” ujar Agusta saat diwawancarai wartawan dalam event Imaji Papua di Jayapura, baru-baru ini.

Agusta mengapresiasi ruang yang diberikan oleh Imaji Papua sebagai panggung bagi desainer lokal untuk berkolaborasi dan menambah jam terbang. Dalam ajang tersebut, ia menampilkan 11 model busana bertema Noken Merajut Papua yang memadukan kebudayaan wilayah adat La Pago dan Me Pago.

Ia menyoroti status noken yang telah diakui oleh UNESCO. Agusta mengingatkan bahwa pengakuan tersebut membawa kewajiban moral bagi masyarakat Papua untuk terus memproduksi noken agar warisan budaya tersebut tidak terancam dicabut.

“Noken harus selalu diproduksi. Generasi muda harus tetap beraktivitas menghasilkan noken. Jika tidak, status tersebut bisa ditinjau ulang,” jelas desainer yang berdomisili di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Sebagai bagian dari upayanya menjaga keberlanjutan tradisi ini, Agusta rutin menggelar pelatihan (workshop) seperti program “Sa Pu Karya” untuk mengajarkan teknik merajut dan pemanfaatan bahan alam kepada generasi muda.

Ia juga memiliki cita-cita besar untuk membangun perkebunan budidaya tanaman serat alam dan pewarna alami guna mengedukasi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku.

Karya-karya kreasi busana berbahan serat kayu dan pewarna alami dari Labewa Fashion Papua kini telah dilirik pasar internasional dan sering digunakan dalam ajang-ajang kontes kecantikan di luar negeri seperti Amerika Serikat, Thailand, dan Filipina.

Agusta berharap generasi muda Papua tidak hanya bergantung pada cita-cita menjadi PNS, tetapi mampu melihat potensi alam sekitar untuk dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. **

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini