Paguyuban Pasundan 1913 Papua dan Viking Papua Gelorakan Semangat Kebangsaan di Tanah Papua

0
Oplus_131072

Jayapura – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Pasundan 1913 Wilayah Papua bersama Viking Papua menggelar kegiatan silaturahmi di Pondok Pink, Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Minggu (16/08).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai agenda, mulai dari senam pagi, aneka perlombaan hingga pertunjukan kesenian khas Sunda dogdog.

Ketua Paguyuban Pasundan 1913 Wilayah Papua, Kartim, mengatakan kegiatan silaturahmi kali ini dikemas berbeda. Selain menjadi ajang temu kangen bagi warga Sunda di Papua, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menggelorakan semangat kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Silaturahmi ini bukan hanya untuk temu kangen sesama urang Sunda, tetapi juga bagaimana kita terus menggelorakan semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Kartim.

Ia mengapresiasi seluruh pengurus Paguyuban Pasundan 1913 di tingkat kota dan kabupaten di wilayah Papua yang hingga kini tetap solid dalam menjaga kebersamaan.

Kartim juga menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh urang Sunda serta warga Jawa Barat yang selama ini bertugas dan mengabdi di Papua.

Menurutnya, Paguyuban Pasundan 1913 Papua sebelumnya juga turut berpartisipasi dalam karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Ke depan, Kartim berharap Paguyuban Pasundan 1913 dan Viking Papua dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Papua. Ia juga membuka ruang bagi pengurus di tingkat kabupaten dan kota untuk menghadirkan ide-ide kreatif yang dapat menjadi media mempererat silaturahmi.

“Kalau ada ide-ide kreatif dari pengurus kabupaten dan kota maupun Viking Papua, kami sangat terbuka. Kegiatan seperti ini bisa menjadi media untuk terus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Kartim menambahkan, Paguyuban Pasundan Papua kini memiliki alat musik tradisional Sunda, dogdog, dan dalam waktu dekat juga akan menghadirkan kesenian sisingaan.

Menurutnya, keberadaan kesenian tradisional tersebut tidak hanya untuk melestarikan budaya Sunda, tetapi juga dapat menjadi sarana perekat persaudaraan.

“Kesenian ini bukan hanya untuk warga Sunda, tetapi bisa menjadi alat untuk menyatukan dan mempererat persaudaraan dengan seluruh suku yang ada di Papua,” pungkasnya.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini