JAYAPURA— Wakil Bupati Nduga terpilih, Paulus Ubruangge angkat bicara terkait beredarnya pesan WhatsApp yang mencatut namanya dan menuding Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, meminta uang sebesar Rp2,5 miliar sebagai syarat pelantikan dirinya.
Paulus dengan tegas membantah bahwa pesan WhatsApp tersebut berasal bukan darinya. Ia mengaku kaget setelah mengetahui pesan tersebut beredar dan mengatasnamakan dirinya.
“Saya kaget saat diberi tahu beredarnya WA tersebut, karena itu bukan WA dari saya. Saya tidak pernah WA seperti itu,” kata Paulus, dalam keterangannya persnya Jumat (02/10).
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa pelantikan Wakil Bupati Nduga terpilih belum dilakukan karena adanya permintaan biaya sebesar Rp2,5 miliar. Pesan tersebut juga meminta aparat penegak hukum menindak pihak-pihak yang disebut terlibat dalam dugaan suap-menyuap terkait proses pelantikan.
Paulus menegaskan, dirinya tidak pernah membuat ataupun menyebarkan pesan tersebut.
Ia bahkan menduga ada pihak tertentu yang sengaja membuat dan menyebarkan pesan itu untuk mengganggu proses pelantikan sekaligus merusak nama baiknya.
“Ini pasti ada pihak-pihak yang sengaja mencari celah untuk menjatuhkan saya dan menghambat pelantikan,” ujarnya.
Menurut Paulus, dari gaya bahasa yang digunakan dalam pesan tersebut saja sudah menunjukkan bahwa pesan itu bukan ditulis olehnya. Ia mengatakan orang-orang yang selama ini berkomunikasi dengannya melalui WhatsApp tentu memahami gaya komunikasinya.
“Jelas ini pencemaran nama baik,” tegasnya.
Paulus mengatakan akan berupaya mencari tahu siapa pihak yang membuat dan menyebarkan pesan tersebut hingga akhirnya beredar luas dan bahkan membawa-bawa nama Gubernur Papua Pegunungan John Tabo serta proses pelantikannya sebagai Wakil Bupati Nduga.
Meski membantah seluruh isi pesan tersebut, Paulus menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua Pegunungan karena nama John Tabo ikut dicatut dalam pesan yang beredar.
“Kendati bukan saya yang membuat WA tersebut, saya mohon maaf kepada Bapak Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, karena nama beliau dibawa-bawa dalam WA tersebut,” katanya.
Paulus berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan meminta agar persoalan tersebut tidak semakin memperkeruh situasi di tengah proses pelantikan Wakil Bupati Nduga.
Sekedar diketahui, Paulus Ubruangge terpilih sebagai Wakil Bupati Nduga untuk sisa masa jabatan 2025–2030 melalui pemilihan di DPRK Nduga.
Dalam pemilihan yang berlangsung di Hotel Horison Sentani pada Maret 2026 tersebut, Paulus memperoleh 13 suara, unggul tipis atas kandidat lainnya, Maniap Kogoya, yang memperoleh 12 suara. Pemilihan diikuti oleh 25 anggota DPRK Nduga. **








































