JAYAPURA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melakukan pemantauan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat provinsi di Kantor Kemenag (Kankemenag) Kabupaten Keerom, pada Senin (05/10/26).
Pemantauan dilakukan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Gatut Aryoko, mewakili Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua. Dalam kunjungan tersebut, Gatut didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Islam (Pendis) Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, Ketua Tim (Katim) Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Fatmawati Abbas dan jajaran terkait.
Gatut menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan seleksi OMI tingkat provinsi berjalan dengan baik.
“Sekaligus juga untuk melihat kesiapan para peserta di daerah”, ungkapnya.
Gatut menilai antusiasme para peserta membuktikan bahwa semangat madrasah di Tanah Papua khususnya Papua Raya, untuk terus mengembangkan potensi peserta didik dan meningkatkan mutu pendidikan, tinggi.
Gatut menyampaikan, seleksi OMI tingkat provinsi dilaksanakan pada 5–6 Oktober 2026, dengan jadwal 5 Oktober untuk jenjang MI dan MTs, sedangkan 6 Oktober untuk jenjang MA.
Gatut mengatakan bahwa, peserta terbaik dari seleksi tingkat provinsi ini akan mewakili Papua pada OMI tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada 23–27 November 2026.
Gatut berharap peserta didik yang mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan menjadikan setiap tahapan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.
Sementara itu, M. Muzakir Asso menjelaskan bahwa OMI tingkat provinsi di Papua diikuti sebanyak 307 peserta.
“Dari seleksi tingkat kabupaten/kota, pesertanya sekitar 952 siswa. Kemudian hasil seleksi tersebut masuk ke tingkat provinsi,” jelasnya.
Muzakir mengatakan bahwa seleksi dilakukan secara daring dan hasil tes dapat diketahui peserta setelah menyelesaikan ujian. Peserta dengan nilai terbaik akan mewakili Papua pada OMI nasional dengan 11 cabang mata pelajaran yang tersebar di berbagai jenjang. Mata pelajaran (mapel) tersebut mencakup Matematika, IPAS pada jenjang MI/SD, mapel Matematika, IPS, IPA pada jenjang MTsN/SMP, dan mapel Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Matematika pada jenjang MA/SMA.
Muzakir berharap pelaksanaan OMI dapat menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan memberikan motivasi kepada peserta didik agar terus belajar.
“Kalau ada yang belum lolos, itu bukan berarti selesai. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk belajar lebih giat dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya,” tuturnya.
Di Kabupaten Keerom, pelaksanaan OMI tingkat provinsi berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Keerom. Meskipun sempat mengalami kendala teknis pada server, kegiatan dapat kembali dilanjutkan setelah gangguan berhasil diatasi.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan dan Bimbingan Masyarakat Islam (Pendidikan dan Bimas Islam) Kankemenag Kabupaten Keerom, Edi Abdul Kholiq, mengatakan pelaksanaan OMI di Keerom berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah pelaksanaan OMI tingkat provinsi di Kabupaten Keerom berjalan dengan lancar. Tadi memang ada sedikit kendala terkait server, tetapi sudah dapat diatasi dan kegiatan kembali berlangsung,” jelasnya.
Edi merinci, peserta asal Kabupaten Keerom yang mengikuti seleksi tingkat provinsi terdiri atas 6 peserta jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 9 peserta jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 18 peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA).
“Untuk MA ada 18 peserta, terdiri atas 12 peserta dari madrasah dan 6 peserta dari sekolah umum (SMA) yang mengikuti OMI Tahun 2026. Jadi total peserta di tilok Keerom ada 33 peserta,” ungkapnya.
Edi berharap peserta asal Keerom dapat memberikan hasil terbaik.
“Kami sangat berharap peserta dari Keerom bisa mewakili Papua di tingkat nasional pada 11 mata pelajaran yang akan dilaksanakan di Medan nanti,” harapnya.*








































