Jayapura – Suasana Berkabung dalam keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua saat mengantarkan almarhumah Efrida Cornelia Worumi Taran, istri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menuju tempat peristirahatan terakhir. Melalui rangkaian ibadah pelepasan dan pemakaman yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026), keluarga, kerabat, sahabat, serta jajaran Kemenag dari berbagai satuan kerja berkumpul dalam doa dan penghormatan terakhir bagi figur yang semasa hidupnya dikenal sebagai bagian penting dari keluarga dan lingkungan pengabdiannya.
Almarhumah Efrida Cornelia Worumi Taran mengembuskan napas terakhir pada Rabu (28/10/2026), pukul 10.28 WIT, di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura setelah mengalami sakit. Kepergiannya pada usia 59 tahun 6 bulan 28 hari meninggalkan duka mendalam bagi sang suami, tujuh orang anak, seorang cucu, keluarga besar, serta orang-orang yang pernah mengenal dan merasakan kebaikannya.
Sebelum dimakamkan, rangkaian ibadah pelepasan jenazah dilaksanakan di kediaman keluarga Taran-Worumi, Jalan Manalagi, Polimak II Asri, Jayapura. Selanjutnya, ibadah pemakaman dilangsungkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buper, Waena, Kota Jayapura.
Kehadiran keluarga besar Kemenag Provinsi Papua, unsur pemerintah, para hamba Tuhan, warga jemaat, serta kerabat menjadi bentuk kasih sayang dan penghormatan bagi keluarga yang sedang berduka.
Keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Papua turut hadir memberikan penguatan dan penghiburan kepada Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, beserta keluarga. Sambutan duka diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Kristen, Tony Deny Sahertian, yang menyampaikan ungkapan belasungkawa atas nama seluruh jajaran Kemenag Provinsi Papua.
Dalam sambutannya, Tony menyampaikan bahwa kepergian almarhumah bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga inti, tetapi juga bagi keluarga besar Kemenag Provinsi Papua. Terlebih, semasa hidupnya almarhumah pernah mengemban amanah sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan turut mengambil bagian dalam membangun kebersamaan serta mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan instansi.
“Atas nama keluarga besar Kemenag Provinsi Papua, kami menyampaikan turut berdukacita atas berpulangnya Ibu Efrida Cornelia Worumi Taran, istri tercinta Bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Papua. Kami menyadari bahwa tidak ada kata-kata yang sepenuhnya mampu menghapus kesedihan keluarga. Namun, kami ingin keluarga mengetahui bahwa dalam masa kehilangan ini, seluruh keluarga besar Kemenag Papua turut merasakan duka dan berdiri bersama keluarga dalam doa serta penguatan,” ungkap Tony.
Tony turut mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan hari dukacita ini sebagai pengingat akan keterbatasan kehidupan manusia sekaligus pentingnya menjaga kasih, kepedulian, dan kebersamaan antarsesama.
Ia mengutip Roma 14:8 sebagai landasan penguatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan. “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”
“Kiranya Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada Bapak Klemens Taran beserta anak-anak dan seluruh keluarga besar. Kami percaya bahwa dalam situasi yang berat sekalipun, Tuhan senantiasa hadir untuk menopang dan memberikan kekuatan. Selamat jalan, Ibu Efrida. Pengabdian dan kebaikan yang telah Ibu tinggalkan akan tetap menjadi bagian dari kenangan keluarga besar Kemenag Provinsi Papua,” tutupnya.
Turut hadir dalam ibadah tersebut para pimpinan dan pejabat Kemenag dari 28 kabupaten dan satu kota di lingkungan Provinsi Papua, jajaran ASN Kanwil Kemenag Papua, Ketua beserta pengurus DWP, para hamba Tuhan, keluarga, sahabat, serta masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Mewakili keluarga besar, Sekretaris Ikatan Keluarga Worumi Jayapura, Melkias Worumi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, mendampingi, serta memberikan perhatian sejak hari pertama almarhumah berpulang hingga pelaksanaan ibadah pemakaman.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Majelis Jemaat GKI Maranatha Polimak Jayapura, Ikatan Keluarga Besar Taran, keluarga besar Worumi di Jayapura, perwakilan Dinas Pertambangan Provinsi Papua, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam memberikan penguatan kepada keluarga.
“Atas nama Bapak Klemens Taran, anak-anak, dan seluruh keluarga besar Worumi, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendampingi keluarga sejak malam pertama hingga pelaksanaan ibadah pelepasan dan pemakaman hari ini. Di tengah duka dan kehilangan yang begitu mendalam, kehadiran, perhatian, doa, serta dukungan Bapak dan Ibu sekalian menjadi penghiburan dan kekuatan yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Melkias.
Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan Majelis Jemaat GKI Maranatha Polimak Jayapura yang telah mendampingi perjalanan kehidupan almarhumah sejak masa kecil, pelayanan gerejawi, kehidupan berkeluarga, hingga masa sakit dan berpulangnya.
“Kami menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Majelis Jemaat GKI Maranatha Polimak Jayapura yang telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan almarhumah, mulai dari masa kecil, keterlibatan dalam pelayanan gereja, hingga saat keluarga menghadapi masa-masa sulit. Pendampingan melalui ibadah penguatan, ibadah pelepasan, pemakaman, dan rangkaian doa menjadi wujud kasih persaudaraan yang sangat kami hargai,” lanjutnya.
Ia menggambarkan bahwa tempat kediaman keluarga di Polimak memiliki nilai sejarah dan kenangan yang sangat berarti bagi almarhumah. Di tempat itulah almarhumah dilahirkan, menjalani masa pendidikan, membangun kehidupan rumah tangga, serta membesarkan anak-anaknya. Karena itu, rangkaian penghormatan terakhir di tempat tersebut menjadi sejarah yang penuh makna bagi keluarga.
Efrida Cornelia Worumi Taran lahir di Jayapura pada 26 Maret 1967. Ia merupakan anak keenam dari sepuluh bersaudara, putri dari pasangan Daniel Worumi dan Laurina Ayomi. Dalam perjalanan hidupnya, almarhumah menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Tasangkapura dan tamat pada 1982. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Jayapura Selatan pada 1985 dan SMA Negeri Jayapura pada 1988.
Semangatnya untuk terus mengembangkan diri membawanya melanjutkan pendidikan tinggi pada Program Sarjana Ilmu Pemerintahan di STISIPOL Silas Papare Jayapura hingga berhasil menyelesaikannya pada 2009.
Dalam perjalanan kehidupan keluarga, almarhumah menikah dengan Bapak Pdt. Klemens Taran. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tujuh orang anak, terdiri atas dua laki-laki dan lima perempuan, serta seorang cucu.
Di bidang pekerjaan, almarhumah merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengawali pengabdiannya pada Dinas Pertambangan Provinsi Papua sejak 1 Maret 1992 sebagai calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dua tahun kemudian, tepatnya 1 Januari 1994, ia diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur Muda (II/a).
Selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri kepada negara, almarhumah menunjukkan komitmen terhadap pekerjaan dan pengembangan kompetensi. Berbagai pendidikan dan pelatihan pernah diikutinya, antara lain Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Kristen pada 1992, Diklat Instruktur Senam Kesegaran Jasmani pada 1994, Bimbingan Teknis Kearsipan Pola Baru pada 1994, Kursus Administrasi Kearsipan Angkatan VI pada 1998, serta Pelatihan Teknis Fungsional Bendahara Daerah pada 2000.
Pengembangan kapasitas profesionalnya berlanjut melalui Diklat Fungsional Analis Kepegawaian Tingkat Keterampilan pada 2011, Diklat Fungsional Analis Kepegawaian Keahlian pada 2012, serta Diklat Perkoperasian dan Diklat Manajemen Kepegawaian pada 2014.
Atas pengabdian dan dedikasinya, almarhumah menerima sejumlah penghargaan. Di antaranya, penghargaan dari Klasis GKI Port Numbay sebagai Bendahara Terbaik Persekutuan PAM periode 1994–1998 serta Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah menyelesaikan perjalanan panjang pengabdiannya sebagai ASN, almarhumah memasuki masa purnatugas pada 1 April 2025 dengan pangkat Penata Tingkat I (III/d). Kepergian Efrida Cornelia Worumi Taran menjadi kehilangan yang mendalam bagi keluarga, sahabat, lingkungan gereja, dan keluarga besar Kemenag Provinsi Papua.
Selamat jalan, Ibu Efrida Cornelia Worumi Taran. Terima kasih atas kasih, pengabdian, dan keteladanan yang telah ditinggalkan. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan, kekuatan, dan ketabahan kepada Bapak Pdt. Klemens Taran, anak-anak, cucu, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan.*








































