DPRK Yahukimo Minta Pemerintah Evaluasi Kehadiran Pasukan Nonorganik

0

YAHUKIMO— Anggota Komisi A DPRK Yahukimo dari Partai Gerindra, Lanius Yalak, meminta kepada pemerintah pusat untuk menarik pasukan TNI nonorganik dari Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hal ini ia sampaikan adanya dugaan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil di sejumlah wilayah, termasuk Korowai, Seredala, dan Kota Dekai.

Lanius menilai, situasi keamanan di Yahukimo harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Menurut dia, aparat keamanan seharusnya hadir untuk memberikan perlindungan, rasa aman, dan pengayoman kepada masyarakat, bukan menimbulkan ketakutan di tengah kehidupan warga.

Ia juga meminta aparat agar tidak melakukan penangkapan secara sewenang-wenang, terutama dengan mendatangi rumah-rumah warga tanpa prosedur hukum yang jelas.

“Penegakan hukum harus dilakukan sesuai aturan dan menghormati hak-hak masyarakat sipil. Jangan sampai warga yang tidak mengetahui persoalan apa pun justru menjadi korban,” tegas Lanius.

Selain meminta penarikan pasukan nonorganik, Lanius mendesak TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Yahukimo secara profesional dan proporsional. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun asal daerah.

Lanius juga menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan penembakan, penangkapan, penculikan, dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dituduhkan kepada personel pasukan nonorganik. Ia meminta agar setiap dugaan pelanggaran hukum diusut secara transparan dan pihak yang terbukti bersalah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah situasi keamanan yang menjadi perhatian masyarakat, Lanius mengimbau seluruh warga, baik masyarakat asli Papua maupun warga Nusantara yang tinggal di Yahukimo, untuk tetap waspada dan menjaga keamanan diri. Namun, ia mengingatkan agar kewaspadaan tidak berkembang menjadi tindakan main hakim sendiri atau kecurigaan tanpa dasar terhadap orang lain.

“Semua pihak harus menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat membutuhkan rasa aman agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ketakutan,” ujarnya.

Lanius berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi situasi keamanan di Yahukimo dan mengambil langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban sipil. Ia menegaskan bahwa keamanan harus dibangun dengan mengedepankan perlindungan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penegakan hukum yang adil.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini