JAYAPURA — Nama H. Rustan Saru menjadi bagian dari perjalanan panjang Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Jayapura. Lebih dari sekadar kader, Rustan merupakan salah satu figur yang ikut meletakkan fondasi dan mengawal perkembangan PAN dari masa perintisan hingga menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
Perjalanan itu dimulai pada 2004, ketika Rustan terlibat dalam proses awal membangun struktur PAN di Kota Jayapura. Ia kemudian dipercaya memimpin DPD PAN Kota Jayapura dan menjalankan tugas tersebut selama lebih dari tiga periode kepemimpinan.
Di masa itu, pekerjaan terbesar bukan hanya memenangkan pemilu, tetapi membangun organisasi dari bawah. Struktur partai diperkuat, kader dikonsolidasikan, sementara komunikasi dengan masyarakat terus dijaga.
Kerja panjang tersebut mulai membuahkan hasil pada Pemilu 2009. PAN yang sebelumnya belum memiliki kursi di DPRD Kota Jayapura berhasil menempatkan tiga kadernya di lembaga legislatif.
Perolehan itu kembali dipertahankan pada periode 2014–2019. Bagi Rustan, keberhasilan tersebut bukan datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses organisasi yang dilakukan secara konsisten.
“Perjalanan PAN di Kota Jayapura sudah cukup panjang. Dari yang sebelumnya belum memiliki kursi, kemudian bisa meraih tiga kursi. Ini menjadi modal untuk terus bergerak dan meningkatkan capaian,” ujar Rustan, Senin (24/08) disela-sela Rakerwil DPW PAN Papua.
Dari Kursi DPRD hingga Wakil Wali Kota
Perjalanan politik Rustan kemudian berkembang di luar struktur partai. Ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Jayapura.
Pengalaman tersebut membawanya ke tingkat provinsi. Pada 2014, Rustan terpilih sebagai anggota DPR Papua dari PAN. Namun, baru sekitar dua tahun menjalankan tugas sebagai legislator provinsi, ia memutuskan mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilkada Kota Jayapura.
Keputusan itu menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Rustan kemudian terpilih sebagai Wakil Wali Kota Jayapura periode 2017–2022, mendampingi Benhur Tomi Mano.
Dari ruang legislatif hingga pemerintahan, Rustan memperoleh pengalaman langsung dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan roda pemerintahan daerah.
Lima tahun kemudian, kiprahnya di panggung politik Kota Jayapura kembali berlanjut. Pada Pilkada 2024, Rustan kembali maju sebagai calon Wakil Wali Kota Jayapura, kali ini berpasangan dengan Abisai Rollo.
Di internal PAN, pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri. Rustan kini dipercaya sebagai Sekretaris DPW PAN Papua, posisi yang menempatkannya kembali pada kerja-kerja organisasi dan konsolidasi politik di tingkat provinsi.
Pengalaman Panjang, Target Lebih Besar
Setelah melewati perjalanan panjang sebagai kader, legislator dan pejabat pemerintahan, Rustan kini melihat PAN memiliki peluang untuk meningkatkan kekuatannya di Papua.
Target yang dicanangkan pun tidak lagi sekadar mempertahankan capaian sebelumnya. tapi membidik posisi tiga besar pada Pemilu mendatang.
Menurut Rustan, target tersebut harus dibangun melalui kerja organisasi yang serius. Pembinaan kader, penguatan struktur hingga tingkat bawah dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
“Yang paling penting adalah kerja bersama. Konsolidasi harus terus dilakukan dan PAN harus hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Bagi Rustan, politik bukan hanya tentang memperoleh kursi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia telah mengalami sendiri perjalanan PAN dari sebuah partai yang belum memiliki wakil di DPRD Kota Jayapura hingga mampu meraih kursi legislatif.
Kini, pengalaman lebih dari 20 tahun bersama PAN menjadi bekal untuk membawa partai tersebut memasuki fase baru.
Dari merintis struktur partai, duduk di kursi legislatif, menjadi Wakil Wali Kota Jayapura hingga kembali dipercaya mengurus organisasi di tingkat provinsi, perjalanan H. Rustan Saru menjadi salah satu potret panjang dinamika politik PAN di Kota Jayapura dan Provinsi Papua. **










































