JAYAPURA – Sebagai bagian dari rangkaian Impact Papua: Film, Culture & Creativity, Imaji Papua akan menghadirkan Fashion Show Noken, sebuah peragaan busana yang memadukan kekayaan budaya Papua dengan semangat kreativitas generasi muda.
5 orang Desainer Papua yang siap menampilkan karya terbaik yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya (Wamena), Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir (Jayapura).
Di panggung Fashion Show, kelimanya mengangkat busana dengan sentuhan kearifan lokal yang memadukan nilai – nilai tradisi dengan pendekatan desain kontemporer.
Agusta Bunai, salah seorang desainer asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya akan menampilkan Noken Fashion. Noken fashion hasil kreasinya merupakan produk yang mengangkat kearifan lokal Papua dimana benang noken yang dirajut menjadi busana merupakan handmade Mama – Mama Papua yang selanjutnya diolah lagi menjadi busana ditangan desainer.
“Fashion Show yang akan ditampilkan di panggung Impact Papua, menjadi kesempatan bagi kami baik desainer maupun model untuk menampilkan karya dan menambah jam terbang,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini masih minim ruang bagi desainer dan model untuk menampilkan kreasi dibidang fashion sehingga tak jarang ia harus berjuang untuk membuat panggung sendiri untuk menampilkan karyanya.
Melalui noken fashion hasil kreasinya ia berupaya mempertahankan kearifan lokal budaya Papua, yakni kebiasaan merajut, mengasah kemampuan anak – anak Papua untuk mendesain produk.
“Dengan memanfaatkan kreatifitas dan inovasi dalam karya budaya, sangat membantu menambah nilai jual dari produk sehingga secara tidak langsung menambah perekonomian masyarakat asli Papua.
Agusta Bunai memberikan apresiasi terhadap event yang di inisiasi oleh Imaji Papua dan siap menampilkan karya terbaik.
Sementara itu, Head of Imaji Papua, Yulika Anastasia, mengatakan bahwa fashion show ini merupakan ruang bagi para perancang busana Papua untuk menampilkan identitas mereka melalui karya.
Menurutnya 5 orang Desainer dengan karyanya masing – masing di panggung Impact Papua mencerminkan perkembangan industri kreatif Papua.
“Sudah seharusnya kita bangga dengan karya para desainer lokal Papua. Mereka berupaya menghadirkan tren yang berakar pada budaya Papua sebagai alternatif di tengah derasnya arus mode dari luar,” terangnya.
Melalui fashion show di panggung Impact Papua, Yulika berharap karya para desainer tidak hanya menginspirasi lahirnya tren baru, tetapi juga memperkuat kebanggaan terhadap identitas budaya Papua serta mendorong tumbuhnya industri kreatif yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Event kolaboratif bertajuk Impact Papua: Film, Culture & Creativity yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Agustus 2026 di Halaman Museum Loka Budaya, Universitas Cenderawasih, Jayapura bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional. Gelaran ini gratis dan terbuka untuk umum.**








































