Program Cetak Sawah Rakyat, Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif 

0

Merauke – Program cetak sawah rakyat  (CSR) yang digalakkan pemerintah dinilai sangat membantu masyarakat adat Marind di Merauke. Lahan yang dulu “tidur” kini disulap menjadi areal persawahan produktif dan jadi sumber penghidupan baru bagi warga.

Salah satu warga, Bernadeta Mahuse bersama saudaranya Nurjanah Kaize, menceritakan dampak positif program tersebut. Sebelumnya, lahan miliknya hanya semak belukar lebat yang tidak ada nilai ekonominya.

Dampak Ekonomi Langsung ke Keluarga  

Menurut Bernadeta, hasil panen dari sawah  ini sudah bisa dirasakan manfaatnya seperti untuk biayai pendidikan.

” Dari hasil sawah bisa dipakai untuk menyekolahkan anak, bisa membeli motor untuk dipakai anak sekolah bahkan ada yang sudah mampu membangun rumah dari hasil pertanian,” kata Bernadeta, Sabtu (27/06) di Semangga tiga Merauke.

Menurutnya, kalau lahan dibiarkan begitu saja atau dijual, habis ya habis. Anak cucu sudah tidak bisa menikmati lagi. Tapi kalau dibikin sawah begini, bisa dinikmati turun-temurun.

Bantuan Alat Berat dari Pemerintah

Program ini tidak hanya membuka lahan, tapi disertai bantuan alat pertanian.

Bantuan yang diterima warga melalui BP (Brigade Pangan) antara lain: Busyimpen, Combine, Jonder, dan Rota. Alat-alat ini sangat membantu masyarakat untuk mengolah lahan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya CSR ( cetak sawah rakyat) merubah lahan tidur jadi produktif. Saudara-saudara kami sekarang bisa kerja sawah berhektar-hektar,” tambahnya.

Ratusan Hektar Dikelola Keluarga 

Lahan yang dikelola keluarga Bernadeta dan saudara-saudaranya ratusan hektar, adik laki-lakinya 115, dan saudara laki-laki 120 hektar belum yang lainnya.

Semua ini lahan milik sendiri, dikelola sendiri dengan mendapat dukungan dari pemerintah.

Motivasi Kemandirian Orang Papua

Diakuinya, program ini juga menumbuhkan motivasi kemandirian.

Ia menargetkan ke depan bisa membeli alat pertanian dengan swadaya sendiri dari hasil panen.

“Motivasinya, kita orang Papua harus bisa. Bisa buat rumah dari uang swadaya sendiri dari pertanian, bisa beli kendaraan, bisa menyekolahkan anak,” tegas Bernadeta.

Program cetak sawah rakyat di Merauke menjadi salah bukti bahwa pembukaan lahan pertanian tidak hanya soal ketahanan pangan, tapi juga membuka jalan kemandirian ekonomi bagi masyarakat asli Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini