Imaji Papua Gelar Impact Papua, Ruang Kolaborasi Film, Seni dan Budaya di Tanah Papua

0
Oplus_131072

Jayapura – Komunitas kreatif Imaji Papua kembali menghadirkan ruang apresiasi bagi para pelaku seni dan budaya melalui pameran bertajuk Impact Papua: Film, Art and Culture Celebration. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan bagi komunitas film, seniman, fotografer, ilustrator, hingga pegiat ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka kepada publik.

Beragam karya akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pameran fotografi, pameran ilustrasi, pemutaran film komunitas, hingga diskusi yang mengangkat berbagai isu sosial dan budaya Papua. Suasana acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik akustik serta kampanye Visit The Museum yang bertujuan mengajak masyarakat lebih dekat dengan ruang-ruang budaya.

Head of Imaji Papua, Yulika Anastasia, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karya-karya kreatif anak Papua sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku industri kreatif di Jayapura.

Menurutnya, terdapat delapan film fiksi dan dokumenter hasil karya komunitas film di Jayapura yang siap diputar dan didiskusikan bersama masyarakat.

“Secara khusus kami juga akan meluncurkan film dokumenter terbaru berjudul Agus Ohee, Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi yang diproduksi oleh Imaji Papua dengan dukungan LPDP Dana Indonesiana dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Yulika.

Tidak hanya film, pengunjung juga akan disuguhkan karya visual dari para seniman lokal. Pameran ilustrasi akan menampilkan karya Jeane Marien, sementara pameran fotografi menghadirkan karya-karya Yosin Kogoya yang merekam beragam sisi kehidupan dan budaya Papua.

Yulika menegaskan bahwa Impact Papua bukan sekadar ajang pameran karya, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami ingin membuka ruang dialog tentang identitas, realitas sosial, serta masa depan Papua melalui karya-karya visual dan artistik. Seni menjadi medium yang mampu menyatukan berbagai perspektif dan menghadirkan percakapan yang konstruktif,” katanya.

Mengusung tema “Merayakan Kreativitas dan Budaya Papua”, kegiatan ini akan berlangsung di dua lokasi. Pameran pertama digelar di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Abepura, pada 29–30 April 2026. Selanjutnya kegiatan akan berlanjut di Base Camp Cemara, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada 9 Mei 2026.

Seluruh rangkaian acara terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya.

Yulika mengajak masyarakat Jayapura dan sekitarnya untuk hadir dan terlibat dalam perayaan kreativitas tersebut.

“Ini adalah ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, berjejaring, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Papua,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Impact Papua, Imaji Papua berharap tercipta ruang perjumpaan antara tradisi dan inovasi, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perkembangan kebudayaan Papua di masa depan.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini