JAYAPURA — Lima anak muda Papua membagikan kisah perjuangan, kreativitas, dan kemandirian dalam forum Bincang Sagu yang digelar Komunitas Colo Sagu bersama Polresta Jayapura Kota di Taman Trisila, Rabu (28/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Menariknya, forum ini memberikan ruang bagi anak muda untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana menghadapi tantangan dan membuktikan kemampuan diri.
Stevani, Ketua Komunitas Tuli Jayapura, menceritakan pengalamannya bekerja di perusahaan air minum dan mengatasi hambatan komunikasi dengan rekan kerja. Ia mengajak masyarakat memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
“Kami buktikan semua manusia bisa setara, bisa bekerja,” ujarnya.
Sementara itu, Yokbet Merauje atau Yoke, Putri Indonesia perwakilan Papua 2025, mengajak generasi muda agar tidak mudah menyerah akibat penilaian orang lain. Ia membuktikan bahwa keberanian dan kepercayaan diri dapat membuka peluang hingga ke tingkat internasional.
Kisah perjuangan juga dibagikan Neeltje Werimon, anggota Paskibraka 2026 yang dipercaya membawa baki saat upacara penurunan bendera pada 17 Agustus 2026. Ia berpesan agar anak muda berani keluar dari zona nyaman.
Di bidang kreatif, Jeane Marien menunjukkan bahwa belajar ilustrasi digital saat pandemi COVID-19 dapat membuka jalan menjadi animator, ilustrator, dan editor. Ia juga menilai seni gambar merupakan bagian dari kekayaan budaya Papua yang perlu terus dikembangkan.
Berbeda dari lainnya, Rio Yahuli memilih menjadi petani sayur di kawasan Angkasa, Jayapura. Berawal dari lahan kecil, ia kini mengelola kebun seluas sekitar 300 meter persegi dan mendorong anak muda untuk tidak gengsi menekuni sektor pertanian.
“Stop gengsi, karena gengsi tidak memberi kita makan. Jangan berharap jadi ASN, tapi berani mandiri. Karena Papua ini tanah yang kaya,” tegasnya.
Melalui Bincang Sagu, kelima anak muda tersebut menyampaikan pesan yang sama: generasi muda Papua memiliki banyak peluang untuk berkembang, baik melalui dunia kerja, kreativitas, pengabdian, maupun kewirausahaan.
Momentum Sumpah Pemuda ini sekaligus menjadi ajakan bagi generasi muda untuk berani mencoba, mengasah kemampuan, dan berkontribusi bagi masa depan Papua.
Sekedar diketahui kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Rustan Saru, Ketua DPRK Jayapura, Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus W.A. Maclarimboen, serta sejumlah pejabat lainnya.*








































