Polresta Jayapura Ajak Pemuda Papua Ukir Prestasi Lewat Bincang-Bincang Sagu “Pemuda Makan Puji”

0

JAYAPURA – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polresta Jayapura Kota berkolaborasi dengan Colo Sagu menggelar Bincang-Bincang Sagu bertajuk “Pemuda Makan Puji” pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Kota Jayapura.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda Papua untuk berbagi inspirasi, memperkenalkan karya, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pemuda berprestasi yang mampu membawa nama Papua di tingkat nasional.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang apresiasi bagi pemuda Papua yang telah menghasilkan karya dan prestasi nyata, tetapi kisah perjuangannya belum banyak diketahui masyarakat.

“Pemuda Papua punya banyak karya yang membanggakan, tetapi kisahnya jarang terdengar. Polresta Jayapura Kota ingin membuka ruang agar prestasi itu diapresiasi dan menular kepada pemuda lainnya. Inilah wujud semangat Sumpah Pemuda hari ini: patriotik, gigih, dan berempati,” Kata Kapolresta, Kamis (22/10) di Kotaraja-Abepura.

Mengangkat tema nasional Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan ini akan melibatkan sekitar 100 pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, komunitas kreatif, sanggar seni, klub olahraga, hingga komunitas literasi.

Menariknya, kegiatan ini juga mengangkat kembali istilah “makan puji” yang dalam keseharian masyarakat Papua kerap dimaknai negatif, yakni merujuk pada sikap sombong atau terlalu mengharapkan pujian.

Melalui forum ini, istilah tersebut dimaknai ulang. Pujian bukan lagi tentang membanggakan diri secara berlebihan, melainkan bentuk apresiasi yang pantas diterima seseorang karena karya, perjuangan, dan prestasi yang memberikan dampak positif bagi orang lain.

Empat pemuda Papua berprestasi dari luar jalur pemerintahan akan dihadirkan sebagai narasumber. Mereka berasal dari bidang pengibaran Bendera Pusaka pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat nasional, usaha kreatif, seni musik atau tari, serta olahraga.

Para narasumber akan membagikan pengalaman dan perjalanan mereka dalam meraih prestasi, termasuk proses latihan, menghadapi kegagalan, hingga keberhasilan membawa nama Papua dan Indonesia.

Selain diskusi, kegiatan ini akan dikemas dalam suasana santai khas colo sagu, yakni tradisi masyarakat Papua mencelupkan sagu bakar ke dalam minuman hangat. Pendekatan budaya ini diharapkan membuat ruang dialog antarpemuda terasa lebih akrab dan terbuka.

Setelah sesi bincang-bincang, peserta akan dibagi ke dalam 10 kelompok lintas organisasi untuk merumuskan gagasan dan rencana karya nyata. Hasil diskusi tersebut selanjutnya dibacakan dan ditandatangani bersama sebagai Rumusan Pemuda Makan Puji 2026.

Co-Founder Colo Sagu, Michael Jhon Yarisetouw, menjelaskan bahwa filosofi sagu menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.

“Sagu bakar itu keras, tetapi menjadi lembut saat dicelup ke minuman hangat. Pujian juga begitu. Kalau datang dari karya, ia tidak membuat keras kepala, tetapi menghangatkan semangat orang lain. Kami ingin pemuda Papua makan puji karena karya, bukan karena cerita,” katanya.

Kolaborasi Polresta Jayapura Kota dan Colo Sagu ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Sumpah Pemuda, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya saling menghargai, memperkuat solidaritas antarkomunitas, dan mengajak generasi muda Papua menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui semangat “Pemuda Makan Puji”, apresiasi diharapkan menjadi dorongan bagi anak muda untuk terus berkarya, berani menghadapi tantangan, serta membuktikan kemampuan melalui prestasi nyata.*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini