Dari Hulu ke Hilir: Perjuangan Anak Muda Papua Memajukan Kopi Lani Mendek di Kancah Global

0

WAMENA – Potensi kopi Papua, khususnya jenis Arabika, perlahan mulai menunjukkan giginya berkat dedikasi para penggerak lokal. Salah satunya adalah Moses, seorang pemuda asli Papua yang berkomitmen mengelola komoditas kopi dari hulu hingga ke hilir, sekaligus memberdayakan ratusan petani kopi di kawasan Lani Jaya.

Melalui merek *Kopi Lani Mendek*, Moses tidak hanya menyajikan secangkir kopi berkarakter unik, tetapi juga membawa misi edukasi dan perubahan pola pikir bagi para petani tradisional di daerahnya.

 Mengubah Paradigma Petani Lokal

Perjalanan Moses dimulai dari keprihatinannya melihat banyaknya lahan kopi yang tersia-siakan. Di sisi lain, ia melihat para ibu (mama-mama) di daerahnya yang sering kali harus membawa pulang kembali sayuran yang mereka jual ke pasar karena tidak laku.

“Kenapa harus ke pasar, padahal di tanaman kopi ini ada uang yang bisa dihasilkan? Sayur itu cukup untuk dimasak di rumah, sisanya kita tinggal beli kebutuhan lain,” ujar Moses, baru baru ini Wamena.

Dengan pendekatan yang konsisten, Moses mulai memberikan edukasi, membangun rumah penjemuran, menyediakan alat pengukur kadar air (kokeran), hingga menyusun Standard Operating Procedure (SOP) prapanen bagi petani. Kini, ia mendampingi sekitar 291 petani, dengan 25 petani di antaranya berstatus sangat aktif yang mampu menghasilkan rata-rata 250 kilogram kopi dalam sekali panen.

Sistem kerja yang profesional pun diterapkan. Melalui SOP yang dibuatnya, para pemilik kebun kini bisa mempekerjakan karyawan, di mana para pemetik kopi dibayar Rp10.000 untuk setiap satu liter jeriken buah kopi yang dipanen. Hal ini berhasil memicu kembali semangat para petani yang sebelumnya sempat pasif akibat turunnya harga kopi di masa lalu.

Filosofi di Balik Nama “Lani Mendek”

Nama “Lani Mendek” sendiri menyimpan filosofi geografis dan budaya yang mendalam. Kata “Lani” merujuk pada wilayah Lani Jaya, sementara “Mendek” berarti kepunyaan dalam bahasa setempat.

Secara geografis, penamaan ini terinspirasi dari aliran sungai Kali Tiom dan Kali Balim yang bersatu hingga ke Muara Wamena. Aliran sungai ini mencerminkan alur pengumpulan kopi yang diambil Moses, yang membentang dari wilayah Tolikara hingga menjangkau Kurima.

Moses kini memiliki dua café, satu di Lani Jaya dekat Bank Papua dan satu di Wamena, untuk menjaga keaslian rasa kopi yang disajikan di cafenya, Moses menggunakan 100% biji kopi dari kebun Lani Mendek. Sementara itu, untuk biji kopi yang berasal dari wilayah lain seperti Tangma, Bolakme, dan Piramid, ia membantu membuatkan kemasan (packaging) khusus sebagai produk oleh-oleh, di mana keuntungan penjualannya akan diputar kembali untuk kesejahteraan para petani.

 Menembus Pasar Global dan Tantangan Kualitas

Saat ini, kopi Papua tengah naik daun di pasar nasional maupun internasional. Namun, Moses menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal kuantitas, melainkan konsistensi kualitas dan kuantitas.

Kopi Arabika Papua memiliki keunikan cita rasa alami karena tumbuh di dataran tinggi dengan kadar garam tanah yang khas, serta ditanam berdampingan dengan aneka tanaman lain seperti pisang, buah-buahan, dan kayu kasuari. Guna memenuhi permintaan pasar modern, proses pengolahan kopi kini mulai divariasikan, tidak hanya metode washed, tetapi juga merambah ke proses natural, honey, pulped natural (pulos), hingga masto.

Moses mengakui saat ini di Papua masih sangat kekurangan tenaga kurator kopi yang andal di tingkat kebun untuk melatih para petani.

“Di negara lain seperti Etiopia atau Peru, harga kopinya bisa lebih mahal dari kopi Papua padahal kopi kita sangat enak. Kita kurangnya satu di situ, belum ada kurator yang memperbaiki proses di kebun,” ungkapnya.

Tingginya permintaan domestik membuat pasokan Kopi Lani Mendek terserap dengan cepat. Di ranah lokal, Moses memasok kopinya ke empat kafe di Wamena serta beberapa mitra di Jayapura seperti Highland Roastery, Juang, Carvein, dan Ruang 7. Kopi yang dikirim keluar daerah umumnya masih berbentuk biji.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini