Wamena, Papua Pegunungan – Usaha kafe dengan konsep “kopi banget” di Wamena menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Hal ini disampaikan Defly Basir, Manager Uma Nen Coffee, salah satu pelopor kafe kopi modern di Wamena, Kamis (18/06) di Uma Nen Coffee
Defly menjelaskan, jika tahun 2024 jumlah kafe di Wamena masih bisa dihitung dengan jari, kini di tahun 2026 sudah banyak sekali kafe baru yang buka.
“Perkembangannya sangat signifikan. Ini bukan hal yang mengejutkan karena sekarang coffee shop sudah menjadi tempat ternyaman untuk orang-orang mau nongkrong, mau kerja ,” ujarnya.
Usung Kopi Asli Papua Pegunungan
Uma Nen Coffee memiliki komitmen hanya menggunakan biji kopi dari wilayah Papua Pegunungan.
Defly menegaskan, mereka tidak memakai kopi dari luar daerah tersebut.
“Ini sudah menjadi moto kami dari awal. Nama Uma Nen sendiri artinya ‘dari rumah’ dalam bahasa Dani atau bahasa Wamena. Kami mau orang-orang, bukan hanya di Wamena tapi sampai keluar, merasakan kopi yang betul-betul berasal dari rumah, yaitu Papua Pegunungan,” jelas Defly.
Misi Perkenalkan Kopi Papua ke Kancah Nasional dan Internasional
Menurut Defly, Umanen berawal dari keinginan sang bos untuk memperkenalkan kopi Papua Pegunungan ke tingkat nasional bahkan internasional. Misi itu mulai terwujud lewat keikutsertaan di berbagai event besar.
“Kami sudah ikut Jakarta Coffee Week di kancah nasional. Di kancah internasional, kami ikut World Coffee, pameran dari seluruh dunia yang bertepatan di Jakarta. Uma Nen ikut sebagai perwakilan dari Papua,” katanya.
Defly berharap, kopi Papua Pegunungan tidak lagi dianggap sepele. Ia mengajak semua pihak untuk serius membangun branding kopi Papua Pegunungan bersama-sama.*









































