Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua resmi membuka Festival Cenderawasih (Fescend) ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–21 Juni 2026 di Kota Jayapura. Mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Digital dalam Penguatan Ekonomi Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang lebih maju, berdaya saing, dan berbasis digital.
Pembukaan Fescend 2026 dilaksanakan pada 11 Juni 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua. Acara dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Yunianto, bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua, Jimmy A.Y. Thesia, serta Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Kelompok Kerja Perempuan, Febiola Iriani Ohei.
Dalam sambutannya, Yunianto menegaskan bahwa penyelenggaraan Fescend ke-3 mencerminkan semangat bersama untuk membangun perekonomian Papua yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetap berlandaskan kearifan lokal, serta mampu menciptakan nilai tambah yang merata bagi masyarakat.
“Melalui sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak baik pemerintah daerah maupun mitra kerja terkait, serta optimisme yang tinggi, kami yakin perekonomian Papua yang inklusif, berdaya saing, terdigitalisasi, dan berkelanjutan dapat terwujud secara merata demi mendukung kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Yunianto.
Sementara itu, Jimmy A.Y. Thesia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Papua atas konsistensinya menyelenggarakan festival strategis tersebut. Menurutnya, Fescend tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya, tetapi juga telah berkembang menjadi motor penggerak inovasi, pameran produk unggulan, serta pusat kolaborasi ekonomi kreatif di Tanah Papua.
Rangkaian kegiatan Fescend 2026 diawali dengan berbagai kegiatan pra-acara dan terbagi dalam dua agenda utama, yakni Fescend Forum dan Fescend Fair. Fescend Forum yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan UMKM, sertifikasi, business matching pembiayaan UMKM, talkshow, serta edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Selanjutnya, Fescend Fair akan digelar pada 19–21 Juni 2026 di Mall Jayapura. Kegiatan ini akan menampilkan pameran produk unggulan UMKM Papua, QRIS Shopping Rally, talkshow interaktif, hingga berbagai perlombaan yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan digital.
Sebelum pelaksanaan acara utama, sejumlah kegiatan pendukung telah dilakukan, antara lain onboarding digital UMKM melalui Program MATOA 2026, pendampingan Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), sertifikasi halal bagi produk UMKM Papua, sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA), pengembangan profil investasi daerah dalam Papua Economic and Investment Forum (PEIF), serta perluasan penggunaan QRIS melalui Syiar Halal Fair Pakai QRIS (SHAFAR).
Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam Fescend tahun ini adalah peluncuran Fescend Fair Mart Terintegrasi, yang menjadi wadah pemasaran berbagai produk UMKM, termasuk produk UMKM masyarakat asli Papua yang telah melalui proses kurasi. Program ini merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai mitra kerja di Papua.
Melalui kehadiran Fescend Fair Mart Terintegrasi, Bank Indonesia berharap dapat memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing UMKM Papua secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, berharap seluruh rangkaian Festival Cenderawasih 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi Papua yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan. *








































