BM PAN se-Tanah Papua Rekomendasikan Maulana Muhammad sebagai Kandidat Tunggal Ketua Umum DPP BM PAN

0

JAYAPURA – Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Papua, Maulana Muhammad, direkomendasikan oleh BM PAN se-Tanah Papua sebagai kandidat calon tunggal Ketua Umum DPP BM PAN. Rekomendasi tersebut merupakan hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BM PAN se-Tanah Papua yang digelar pada 27–28 Februari 2026 di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura.

Dalam pandangan umum para Ketua BM PAN dari enam provinsi se-Tanah Papua, seluruhnya sepakat mendukung dan merekomendasikan Maulana Muhammad—yang akrab disapa Agam—sebagai kandidat calon Ketua Umum DPP BM PAN.

Ketua BM PAN Papua Tengah, Yoti Gire, menilai Maulana Muhammad sangat layak memimpin DPP BM PAN. Ia pun mengajak seluruh kader untuk menyatukan tekad memberikan dukungan penuh.

“Maulana Muhammad bukan orang baru di dunia politik maupun organisasi pemuda. Ia lahir dan besar di Jayapura,” ujar Yoti, yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Papua Tengah.

Dengan penuh keyakinan, Yoti bahkan menawarkan diri menjadi ketua tim sukses. Ia mengungkapkan pengalamannya saat menjadi ketua tim sukses pasangan Meki Nawipa–Deinas Geley pada Pilgub lalu dan berhasil meraih kemenangan.

“Saya siap menjadi ketua tim sukses. Mari kita tekadkan Indonesia Timur bisa, dari Timur ke Barat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua BM PAN Papua Pegunungan, Semi Hisage, dalam pandangan umumnya menyampaikan bahwa ini merupakan momentum yang tepat bagi kader dari Papua untuk maju ke tingkat pusat. Atas nama BM PAN Papua Pegunungan, ia menyatakan dukungan penuh kepada Maulana Muhammad sebagai kandidat Ketua Umum DPP BM PAN.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua BM PAN Papua Selatan, Ilham Jaya, serta perwakilan BM PAN Papua Barat dan Papua Barat Daya. Mereka sepakat merekomendasikan Maulana Muhammad sebagai kandidat tunggal Ketua DPP BM PAN dari Tanah Papua.

Menanggapi dukungan tersebut, Maulana Muhammad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh kader BM PAN se-Tanah Papua.

Ia menjelaskan bahwa Rakerwil merupakan salah satu agenda organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART, termasuk sebagai bagian dari persiapan menuju Kongres BM PAN yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

“Di Tanah Papua, BM PAN sudah terbentuk di enam provinsi dan secara aturan telah memenuhi syarat untuk mengusung kandidat maju di tingkat nasional, yaitu Ketua Umum. Ini merupakan salah satu keputusan tertinggi organisasi dalam mengusung rekomendasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tahapan pendaftaran diperkirakan berlangsung pada April hingga Mei 2026. Karena itu, pihaknya akan fokus melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi secara terukur di berbagai daerah.

“Kita memiliki sekitar 500 lebih pemilih dari tingkat kota, provinsi, hingga kabupaten se-Indonesia. Fokus saya adalah melaksanakan konsolidasi terukur ke sejumlah daerah untuk mengumpulkan suara kemenangan bagi calon ketua ke depan,” pungkasnya.**

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini