Jayapura — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua meluncurkan dua inovasi strategis, yakni Buletin Tabura dan Rumah Data Bawaslu Papua, dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 lembaga tersebut yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal.
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Papua memperkuat demokrasi melalui peningkatan literasi kepemiluan, transparansi kinerja, serta modernisasi tata kelola kelembagaan.
Buletin Tabura diperkenalkan sebagai media informasi dan pengetahuan kepemiluan. Nama “Tabura” diambil dari kearifan lokal masyarakat Papua, khususnya di wilayah Yapen, yang merujuk pada terompet kerang yang digunakan untuk mengumpulkan masyarakat dalam berbagai kegiatan penting, seperti ibadah, musyawarah, hingga penyampaian informasi.
Makna tersebut mencerminkan fungsi Buletin Tabura sebagai sarana komunikasi publik yang mengajak masyarakat untuk terlibat, mendengar, dan berbagi informasi demi memperkuat demokrasi. Selain itu, buletin ini juga diharapkan menjadi instrumen peningkatan literasi demokrasi sekaligus mendorong pengawasan partisipatif.
Humas Bawaslu Papua, Yofrey Piryamta Kebelen, mengatakan Buletin Tabura tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kerja-kerja pengawasan.
“Melalui publikasi ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan pengawasan, refleksi kelembagaan, serta dinamika demokrasi di Papua secara lebih terbuka dan akuntabel,” ujarnya.
Selain itu, Bawaslu Papua juga meluncurkan Rumah Data Bawaslu Papua, yakni sistem manajemen dokumen digital internal yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan, pencarian, dan pengarsipan dokumen secara terpusat, aman, dan efisien.
Kehadiran Rumah Data ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, mempercepat akses informasi internal, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Ketua Bawaslu Papua menegaskan, peluncuran dua inovasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat demokrasi, baik dari sisi literasi publik maupun tata kelola internal.
“Tabura adalah simbol panggilan kepada masyarakat. Sementara Rumah Data menjadi fondasi penguatan tata kelola internal agar kerja pengawasan semakin efektif, terdokumentasi dengan baik, dan berbasis data,” ujarnya.
Momentum HUT ke-18 ini sekaligus menegaskan komitmen Bawaslu Papua untuk terus berinovasi, memperkuat pengawasan partisipatif, serta menghadirkan demokrasi yang inklusif, transparan, dan berintegritas di Tanah Papua.**








































