
JAYAPURA-Ribuan warga yang telah mengungsi dari empat kampung di Distrik Tembagapura ke Timika akibat kontak senjata yang terjadi di wilayah itu maka anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Nioluen Kotouki meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Sosial membantu para pengungsi tersebut.
“Harus ada tanggap darurat. Kasihan mereka,” kata Nioluen Kotouki kepada Bintang Papua, Senin (9/3) kemarin.
Ditegaskannya, pengungsi Tembagapura bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mimika tetapi juga Pemerintah Provinsi Papua. “Mereka yang mengungsi ini kan kebanyakan anak-anak,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Papua harus memperhatikan pendidikan anak-anak yang sedang mengungsi itu. Jangan sampai pendidikan anak-anak tersebut terhambat sehingga berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua di masa mendatang.
“Jadi jangan hanya berikan bantuan sembako saja, tapi perhatikan pendidikan mereka,” sarannya.
Lanjut Kotouki, jangan sampai anak-anak yang sedang mengungsi itu bernasib sama dengan anak-anak dari Kabupaten Nduga. Yang juga beberapa waktu lalu mengungsi akibat kontak senjata antara TPN-OPM dengan TNI/Polri beberapa waktu lalu.
“Pendidikan anak-anak yang mengungsi perlu kita perhatikan. Jangan sampai kesannya seperti di Nduga. Anak-anak terlantar begitu saja. Untung ada gereja yang cepat melihat persoalan tersebut,” paparnya.
Nioluen Kotouki pun menyarankan, agar pemerintah lebih menggunakan pendekatan persuasif. Atau pemerintah pusat membuka ruang dialog dengan TPN-OPM. “Kalau dengan pendekatan militer tidak akan selesai masalah ini. Dan imbasnya ke pembangunan yang dicanangkan pemerintah tidak akan berjalan maksimal,” tuturnya.(nik/yud)







































