Ketua Gerindra Papua Yanni: Anak Korban KDRT Akan Jadi Perhatian Kami

0

JAYAPURA – Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, S.H., M.H., berkomitmen mengawal hingga tuntas kasus tragis yang menimpa almarhumah Elis Agustina Yotha, korban kekerasan rumah tangga (KDRT) oleh oknum anggota TNI AU Lanud SPR Jayapura, MBM, pada awal Desember 2024 lalu. Bentuk perhatian itu ditunjukkan dengan langsung menemui keluarga korban serta kedua anak yang ditinggalkan.

Dalam kunjungan bersama pengurus Gerindra Papua, Yanni memberikan dukungan berupa kebutuhan pendidikan, uang susu, serta sembako bagi anak-anak korban.

Ibu korban, Barbalina Felle, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Partai Gerindra, khususnya kepada Ketua DPD Papua Yanni, yang konsisten mengawal kasus hingga putusan di Pengadilan Militer III-19 Jayapura serta memberikan bantuan finansial kepada keluarga.

“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPD Gerindra Papua bersama pengurus atas kepedulian yang begitu besar. Kedua anak korban mendapat dukungan pendidikan, susu, dan sembako,” ujar Barbalina Felle saat menerima kunjungan di kediamannya di Sentani, Minggu (07/09/2025).

Hal senada juga disampaikan kakak korban, Daud Zamuel Yotha, yang mengapresiasi kepedulian Yanni dalam mengawal kasus hingga vonis dijatuhkan.

“Hukuman yang diberikan Pengadilan Militer sebenarnya tidak sesuai dengan harapan kami, yaitu seumur hidup. Namun kami percaya, itu sudah putusan terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, menegaskan kasus KDRT yang menewaskan Elis Agustina Yotha menjadi perhatian besar bagi Gerindra Papua sejak awal hingga putusan akhir, di mana pelaku dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dan dipecat dari kedinasan. Hasil putusan ini juga akan segera ia laporkan ke DPP Gerindra.

Yanni memberikan apresiasi kepada Pengadilan Militer III-19 Jayapura dan pihak Lanud SPR Jayapura atas langkah hukum yang ditempuh, meskipun keluarga sempat berharap hukuman lebih berat.

“Kedua anak yang ditinggalkan akan menjadi perhatian kami, karena mereka kehilangan seorang ibu di usia yang masih kecil,” tegas Yanni.

Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi menimpa perempuan lain, khususnya di Tanah Papua.

“Peran seorang ibu sangat penting, terlebih ketika kekerasan itu disaksikan langsung oleh anak-anak. Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar tidak ada lagi KDRT yang berujung pada kematian, di instansi mana pun,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini