NABIRE – Pemuda dan Masyarakat Nabire yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan (AMPK) menggelar demo damai di Kantor Bupati Kabupaten Nabire Menolak Hasil Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2018 yang tidak terbuka dan tidak ada keberpihakan kepada Orang Asli Papua.
Ketua Koordinator Umum Hendrik Andoi menyatakan, hasil CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Nabire tidak mengedepankan keberpihakan kepada orang asli Papua (OAP). Orang Asli Pesisir dan Kepulauan tidak mendapatkan hasil dalam CPNS Formasi 2018. Pemerintah Nabire mesti terbuka dan transparan dan menjawab demo yang digelar hari ini.
“Kami minta Pemda Nabire hentikan Pengumpulan Pemberkasan CPNS Formasi 2018. Kami minta aspirasi kami harus dijawab,” kata Andoi di Nabire, Selasa, (25/08).
Ia berharap, pemerintah agar segera memberikan jawaban dalam waktu dekat sesuai aspirasi, dan pernyataan yang diserahkan kepada Pemda Nabire.
Salah satu peserta Test CPNS Formasi 2018, Jekson Degei menyatakan, dirinya penasaran dengan hasil Pengumuman CPNS itu. Sebab dirinya lulus adminstrasi tes CPNS, melainkan pada hasil pengumuman hasil CPNS tidak ada namanya.
“Saya lulus administrasi Test CPNS 2018. Tapi hasil pengumuman tidak ada nama saya, padahal saya punya skor nilai lebih dan lulus administrasi,” katanya.
Helen Swabra, Perwakilan Tokoh Perempuan meminta hasil pengumuman, Calon Pengawai Negri Sipil (CPNS) 2018. Yang di umumkan oleh BKD dan Bupati Kabupaten Nabire sangat tidak memberikan hasil yang baik kepada OAP.
“Kami orang asli daerah, tidak ada satupun yang naik lulus CPNS 2018. Orang asli Papua 20 % Non-Papua 80 %. Apakah 80% persen itu orang asli Papua atau 20 % Non-Papua,” tegasnya.
Berikut ini Pernyataan Sikap AMPK
- Menolak tegas hasil, pengumuman Test CPNS Formasi 2018.
- Hasil Test CPNS di umumkan secara transparan terbuka, sertai lampiran nomor peserta yang jelas dan nilai nilai hasil tes.
- Kuota 80 Persen, benar-benar harus di peruntukan bagi Orang Asli Papua (OAP)
- Kuota 20 persen, harus di prioritaskan kepada Non Papua, Ber KTP- E Nabire dan orang tuanya berdomisili dalam kurung waktu lama, serta berjasa ikut membangun Nabire sebagai PNS, TNI POLRI, Swasta, Petani, Nelayan Ataupun Buruh
- Memperhatikan nasib para honorer yang telah lama mengabdi di Nabire dan mengikut Testing CPNS Formasi 2018
- Segera hentikan pemberkasan CPNS hingga ada kejelasan mengenai persoalan ini
- Meminta Dewan Perwakilan Rakyat DPRD membentuk Pansus Hak Angket, guna mengusut persoalan ini. (Alex)








































