SENTANI– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, meletakkan batu pertama pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti, yang menjadi kelenteng pertama di Provinsi Papua, Minggu (19/10/2025).
Kegiatan bersejarah itu berlangsung di halaman Vihara Cycloop Dhammajaya Sentani, disaksikan para tokoh lintas agama dan umat Buddha se-Kabupaten Jayapura.
Dalam sambutannya, Kakanwil Klemens Taran menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan kelenteng tersebut agar mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
“Kanwil Kemenag Papua melalui Pembimas Buddha akan terus mendorong dan berupaya agar pembangunan Kelenteng ini mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Dirjen Bimas Buddha pada penganggaran tahun 2026,” ujar Klemens.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan rumah ibadah bagi semua umat beragama tanpa kecuali.
“Tidak boleh ada perbedaan dalam hal apapun kepada umat beragama. Semua umat, termasuk umat Buddha, diterima di Kabupaten Jayapura,” tegasnya.
Ia juga berharap agar umat Buddha turut menjaga harmoni dan saling menghormati dengan masyarakat asli Papua yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
Di kesempatan yang sama, Bhante Wongsin Labhiko Mahathera, Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia, mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali hadir di Papua.
“Setiap kali saya datang ke Papua, saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Semoga kedamaian dan kerukunan yang ada di sini terus terjaga,” ujar Bhante.
Bhante juga berharap dukungan pemerintah terhadap umat Buddha di Papua dapat terus ditingkatkan agar pembangunan spiritual dan sosial umat Buddha berjalan beriringan.
Pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti ini diharapkan menjadi simbol toleransi dan keberagaman di Tanah Papua, serta memperkuat semangat hidup rukun antar umat beragama di Bumi Cenderawasih.**








































