Indosat, Nokia, dan NVIDIA Resmikan AI-RAN Research Center di Surabaya

0
Oplus_131072

SURABAYA— Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia dan NVIDIA meresmikan AI-RAN Research Center, pusat riset pertama di Asia yang berfokus pada pengembangan jaringan Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi tiga perusahaan besar ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital nasional dan mendukung Visi Indonesia Emas 2045. AI-RAN Research Center akan menjadi ruang kolaborasi terbuka bagi insinyur, peneliti, dan talenta digital Indonesia untuk mengembangkan solusi jaringan dan aplikasi berbasis AI.

Pusat riset ini menggabungkan teknologi RAN unggulan Nokia, platform komputasi akselerasi NVIDIA, serta jaringan komersial Indosat untuk menghadirkan integrasi AI dalam jaringan telekomunikasi nasional. Selain itu, infrastruktur ini terhubung langsung dengan Sovereign AI Factory milik Indosat yang juga didukung NVIDIA, menghadirkan komputasi terdistribusi agar pemrosesan AI dapat dilakukan lebih dekat ke pengguna.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa AI-RAN Research Center menjadi bukti nyata komitmen Indosat dalam memberdayakan masyarakat melalui teknologi.

“Ketika konektivitas berpadu dengan komputasi, lahirlah kecerdasan yang dihadirkan langsung di jaringan dengan tetap menjaga kedaulatan data. Mulai dari tutor berbasis AI untuk anak di wilayah terpencil hingga pertanian presisi yang didukung drone, semua ini adalah wujud nyata AI yang memberdayakan Indonesia,” ujarnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menyambut baik kehadiran pusat riset ini.

“Peresmian AI-RAN Research Center memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra global ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pengguna, tetapi juga pencipta teknologi AI,” katanya.

AI-RAN Research Center juga menjadi fondasi bagi pembangunan AI Grid, sistem yang menghubungkan AI Factory Indosat dengan hub-hub AI-RAN di seluruh Indonesia. Dengan teknologi ini, aplikasi berbasis AI dapat dijalankan di berbagai wilayah, membuka peluang baru di sektor pendidikan, pertanian, hingga kesehatan.

Senior Vice President of Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan mengubah cara jaringan nirkabel dibangun.

“AI Grid memungkinkan kehadiran kecerdasan dalam skala besar dengan memanfaatkan jaringan yang sudah ada di seluruh negeri,” ujarnya.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini