Ada apa dibalik merapatnya Usman Wanimbo ke PAN

0
Sekretaris DPD PAN Yahukimo Maus Asso dan anggota DPR Yahukimo dari PAN Nepa Busup

JAYAPURA– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) diharapkan tidak mudah mengeluarkan rekomendasi untuk orang luar yang bukan kader menjadi pengurus partai, hal tesebut disampaikan Sekretaris DPD PAN Yahukimo Maus Asso.

Dikatakannya, DPP pun harus mempertimbangkan prestasi dan kinerjanya, apa yang pernah dicapainya, jangan asal melihat jabatannya dan uangnya.

“Partai ini kan organisasi jadi harus melihat dari segala aspek, jangan hanya dilihat jabatan dan uangnya saja. Usman itu potong tengah, kami masih berduka tiba-tiba dia masuk dan jadi pengurus , ini cara-cara tidak baik sangat tidak menghargai kami, baik sebagai keluarga maupun kader,” katanya, Jumat (17/12) di Abepura.

Padahal menurutnya, di partai Demokrat Usman Wanimbo merupakan salah satu unsur pimpinan partai, tapi dengan mudahnya mundur dari Demokrat menyebrang ke PAN, inipun loyalitasnya dipertanyakan.

“Jika mau mencalonkan gubernur, itukan bisa diurus di 2024,” katanya.

PAN salah satu partai besar di Papua, lanjutnya, partai ini tidak langsung menjadi besar begitu saja, tapi penuh perjuangan dan pengorbanan.

“Saya anggota DPR Yahukimo empat periode, saksi hidup dan pelaku juga dalam membesarkan PAN di Papua, sampai harus berkelahi di Batam, Bali sampai di Kendari hanya untuk membesarkan PAN di Papua,” katanya.

Mendiang Abock Busup hingga akhir hayatnya berjuang untuk membesarkan PAN di Papua dan banyak melahirkan kader-kader PAN.

“Sebelum Pa Abock memimpin PAN, jumlah kursi PAN di Papua seluruhnya hanya 22 kursi, setelah di pimpin alm. Abock Busup jumlah kursinya bertambah menjadi 48 dan sekarang 72 kursi, dan memiliki kursi unsur pimpinan,” jelasnya.

Terkait dengan adanya dukungan DPD untuk Usman Wanimbo, Maus Asso mengatakan, DPD mana karena dengan tegas ia menolak hadirnya Usman di PAN.

“Saya menolak Usman masuk  PAN, kami orang Yahukimo banyak yang korban untuk partai ini, dulu Aneth Magayang sekretaris PAN dapat pukul dari Ketua DPD PAN Tolikara, kemudian John Mirin dan baru-baru Ketua DPW kami Abock Busup yang pergi ke Jakarta dengan anggota DPR Papua asal Tolikara,” katanya.

Kenapa PAN bisa besar di Papua, kata Maus, karena tidak berorientasi bisnis, dan ada keterbukaan tidak main diam-diam dan menjadi objek.

Hal serupa disampaikan Nepa Busup, Kader PAN yang juga anggota DPR Yahukimo.

“Usman bukan Kader PAN,  dia salah satu unsur pimpinan partai Demokrat, lalu kenapa DPP begitu mudah menerima Usman Wanimbo kemudian diberikan jabatan,” kata Nepa.

Seharusnya, lanjut Nepa, Usman membesarkan Partai Demokrat karena dia unsur pimpinan, kenapa, ada apa, dia malah menyebrang ke PAN.

Diakuinya, selama Usman Wanimbo  jadi Bupati Tolikara dua periode tidak pernah ada kontribusi untuk kursi PAN, baik di Kabupaten Tolikara maupun di DPR Papua, oleh karena itu kami tolak kehadiran Usman Wanimbo di Partai Amanat Nasional.

“Apakah DPP tidak melihat itu ka, sebagai ungkapan kekecewaan, kami akan palang Kantor DPW PAN Papua,” katanya.**

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini