Natal di Pedalaman: Sentuhan Kasih dari Seorang Anak Kampung Bernama Atius Inup

0
Oplus_131072

DEKAI — Pagi itu, di halaman sederhana yang mulai ramai oleh para tokoh kampung, Atius Inup S.Sos, M.Sos berdiri dengan senyum hangat. Di hadapannya, tumpukan 500 sak beras tersusun rapi dan tumpukan mie instans, ini bukan sekadar bantuan, tetapi simbol hubungan panjang antara seorang anak kampung dan masyarakat yang telah dua kali mempercayakan suara mereka kepadanya sebagai wakil rakyat di DPRK Yahukimo.

Bagi sebagian orang, penyerahan bantuan mungkin hanya kegiatan rutin. Namun bagi sembilan kepala kampung terasa berbeda. Ada rasa haru, ada rasa dihargai, dan ada rasa bahwa mereka tidak dilupakan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada ketua tim pemenangan Barnabas Damin S.Sos, mewakili masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan politik Atius.

Atius, politisi muda Partai Golkar yang dikenal rendah hati, memulai sambutannya dengan suara yang tenang namun penuh ketulusan. “Ini periode kedua saya sebagai wakil rakyat. Terima kasih kepada Tuhan, dan terima kasih kepada sembilan kepala kampung yang sudah memilih saya lagi,” ucapnya. Di balik kata-kata itu, tersimpan jejak perjalanan panjangnya sebagai aktivis Uncen yang pernah bermimpi kembali dan mengabdi untuk tanah kelahirannya.

Namun, bantuan beras saja tidak cukup. Ia tahu benar bahwa jalan menuju kampung-kampung tidaklah mudah. Karena itu, ia menambahkan bantuan transportasi agar seluruh beras dapat tiba dengan selamat di tiap kampung, terutama untuk para orang tua yang tengah mempersiapkan diri menyambut Natal. “Saya ingin mereka menikmati Natal dengan damai, aman, dan nyaman,” katanya.

Natal bagi Atius bukan hanya soal lampu-lampu atau pesta. Ia menekankan bahwa Natal sejati adalah ketika setiap orang membuka hati dan memberi ruang bagi kasih untuk tumbuh. “Yesus lahir di dalam hati kita, itu yang terpenting. Dia Juru Selamat bagi semua manusia. Mari mengundang Dia hadir dalam hati kita,” tuturnya, Ia mengajak masyarakat merenungkan makna terdalam perayaan yang mereka nanti-nantikan setiap tahun.

Dalam suasana jelang Natal yang penuh harap, Atius mengingatkan kembali pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas, terutama di wilayah Dapil I—Suru-suru, Obio, Dekai, Seradala, dan Sumo. Menurutnya, Natal adalah waktu terbaik untuk saling memaafkan, berbagi, dan mempererat tali persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Yahukimo.

Barnabas Damin S.Sos, yang menerima bantuan atas nama sembilan kampung, tampak memegang karung beras dengan wajah berbinar. Ia mewakili suara masyarakat yang merasa tersentuh oleh kepedulian sang wakil rakyat. “Terima kasih banyak untuk Pa Dewan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami yang akan merayakan Natal,” ujarnya lirih, namun penuh ketulusan.

Di antara hiruk pikuk persiapan Natal dan realitas hidup di pedalaman Papua, bantuan itu bukan sekadar beras. Ia menjadi pesan cinta, pesan harapan, dan pesan bahwa wakil rakyat mereka masih berjalan bersama mereka—bukan di depan, bukan di belakang, tetapi di tengah-tengah mereka.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini