JAYAPURA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian wilayah Papua akan tumbuh lebih baik pada tahun 2026 dengan inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen. Proyeksi tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar 3 Desember 2025 di Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua.
Faturachman menegaskan, Papua memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Saat ini, wilayah Papua menyumbang sekitar 15 persen terhadap perekonomian kawasan Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua), serta sekitar 1,5 persen terhadap perekonomian nasional.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, Bank Indonesia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam lima area utama, yakni:
1. Memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan,
2. Hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan,
3. Peningkatan pembiayaan,
4. Akselerasi ekonomi dan keuangan digital,
5. Kerja sama investasi dan perdagangan antar-daerah maupun internasional.
Arah kebijakan tersebut sejalan dengan strategi nasional yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam PTBI 2025 tingkat nasional di Jakarta pada 28 November 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Indonesia bersama kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Presiden juga menekankan pentingnya sinergi, persatuan, dan rekonsiliasi nasional untuk memperkuat stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi menuju kemandirian ekonomi nasional.
Diversifikasi Ekonomi dan Penguatan UMKM
Faturachman menambahkan, ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan perlu dikurangi melalui penguatan struktur ekonomi dan diversifikasi sumber pertumbuhan baru. Salah satu langkah strategis yang dilakukan tahun ini adalah kerja sama BI Papua dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam mengintegrasikan pariwisata Raja Ampat–Biak Numfor sebagai motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Di sektor UMKM, sinergi dilakukan melalui Festival Cenderawasih, Festival Kopi Papua, dan Papua Coffee Week di Jepang sebagai upaya mendorong produk unggulan Papua ke pasar nasional dan internasional.
Sementara itu, penguatan ekonomi keuangan digital dilakukan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta pembentukan ekosistem QRIS, termasuk pada rumah ibadah dan area perparkiran.
Pengendalian Inflasi dengan Strategi 4K
Dalam menjaga stabilitas harga, terutama inflasi pangan, BI Papua menerapkan strategi 4K, yaitu:
* Ketersediaan pasokan,
* Keterjangkauan harga,
* Kelancaran distribusi,
* Komunikasi yang efektif.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di wilayah Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Apresiasi untuk 11 Mitra Strategis
Pada gelaran PTBI 2025 ini, Bank Indonesia Papua juga memberikan penghargaan kepada 11 mitra strategis dari unsur UMKM, korporasi, pemerintah daerah, dan instansi lainnya atas kontribusinya dalam mendukung perekonomian Papua.
PTBI 2025 Papua secara resmi dibuka oleh Pj Sekda Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, ST., M.Si, dan dihadiri oleh kepala daerah provinsi serta kabupaten/kota, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, OPD, perbankan, media, perguruan tinggi, dan korporasi.**








































