
WAMENA-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayawijaya, Wamena Kota II, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menyatakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah berjalan sesuai prosedur yang ada.
Ketua SPPG Jayawijaya, Wamena Kota II Andre Gunawan mengatakan penyaluran MBG di setiap sekolah penerima manfaat telah sesuai mekanisme atau prosedur yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Roti semacamnya itu diberikan waktu hanya tiga hari. Roti yang dikatakan berjamur, itu kami telah siapkan pada Minggu (23) dan didistribusikan ke sekolah pada Senin (24) November 2025, tetapi makanan atau roti itu tidak langsung dibuka tetapi dibawa pulang ke rumah dan pagi hari tadi (Selasa) baru dibuka maka terdapat jamur,” katanya kepada wartawan di Wamena, Selasa (25/11) 2025 sore.
Dikatakannya, pihaknya sebagai penanggung jawab MBG di sekolah tersebut melakukan pengecekan langsung untuk mencari informasi dengan mendatangi sekolah yang siswanya menemukan roti berjamur.
“Setelah kami cek, dan kepala sekolah langsung memberikan informasi bahwa siswa yang mendapatkan roti berjamur pada saat hari Senin tidak langsung memakannya tetapi membawa pulang ke rumah. Dan pagi hari tadi baru dibuka untuk mau dimakan ternyata telah berjamur, karena semua makanan yang dipersiapkan dalam MBG ini tidak mengandung pengawet,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan pihaknya sangat ketat dan konsisten dalam menyiapkan makanan yang berkualitas bagi peserta didik penerima manfaat program MBG di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami sangat serius dalam program MBG ini. Dan MBG ini merupakan program prioritas bapak presiden dan wakil presiden sehingga sebagai pelaksana di lapangan pasti benar-benar mengutamakan mutu dan kualitas makanan,” katanya.
Dia menambahkan roti dan beberapa bahan baku lain masih didistribusikan dari Jayapura, Papua untuk memenuhi kebutuhan program MBG di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami juga berharap ke depan seluruh bahan baku itu bisa diperoleh di Papua Pegunungan, sehingga dapat secara langsung membantu perekonomian masyarakat di sini,” ujarnya.
Hal ini menyusul adanya roti yang ditemukan oleh salah seorang siswa penerima manfaat MBG di salah satu sekolah di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya berjamur.







































