Menag Resmikan SETIAKIN, Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri Pertama di Indonesia

0
Oplus_131072

Bangka Belitung  — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meresmikan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (SETIAKIN) di Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (18/11/2025). Kampus ini menjadi Sekolah Tinggi Agama Khonghucu negeri pertama di Indonesia.

Peresmian tersebut menjadi tonggak baru bagi pendidikan keagamaan Khonghucu serta menegaskan komitmen pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat beragama.

Dalam sambutannya, Menag mengutip pepatah kuno, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Ia berharap SETIAKIN menjadi “jembatan penyeberangan” yang memungkinkan para pengajar menyerap ilmu dan kearifan dari Tiongkok, lalu mengembangkannya bagi para mahasiswa di Indonesia.

Kohesi Sosial dan Penguatan Spiritualitas

Menag menyoroti tantangan besar bangsa terkait kohesi sosial antarumat beragama. Ia berharap perguruan tinggi keagamaan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat spiritualitas dan mempererat hubungan sosial.

“Tantangan kita adalah bagaimana kohesi sosial antarumat beragama bisa terwujud dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menag menguraikan tiga nilai utama ajaran Khonghucu yang perlu diinternalisasi oleh sivitas akademika SETIAKIN, yakni Ren, Li, dan Ba De.

Ren: kasih sayang terhadap sesama, termasuk menjaga humanisasi, merawat lingkungan lewat perspektif agama, dan menghormati orang tua.

Li: susila dan ritual, yang mencakup etika, moral, norma sosial, serta pelaksanaan ritual keagamaan secara tertib dan penuh hormat.

Ba De: delapan kebajikan, yaitu bakti, rendah hati, setia, dapat dipercaya, susila, keadilan, suci hati, dan tahu malu.

“Nilai-nilai ini harus menjadi pedoman perilaku dalam setiap hubungan sosial,” tegas Menag.

Wujud Kehadiran Negara

Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Nurudin, mengatakan bahwa pendirian SETIAKIN adalah bentuk kehadiran dan keadilan negara dalam bidang pendidikan.

“Ini adalah Sekolah Tinggi Agama Khonghucu negeri pertama di Indonesia. SETIAKIN hadir untuk merespons kebutuhan lembaga pendidikan tinggi formal bagi pemeluk agama Khonghucu,” ujarnya.

Nurudin menjelaskan bahwa rekrutmen mahasiswa angkatan pertama dilakukan melalui seleksi nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi. Dua program studi unggulan disiapkan, yakni Komunikasi dan Penyiaran Khonghucu serta Pendidikan Agama Khonghucu.

“Pendirian SETIAKIN merupakan langkah strategis dan visioner untuk merealisasikan pendidikan keagamaan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan,” tambahnya.

 

Dukungan Pemerintah Daerah

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengapresiasi peresmian SETIAKIN dan menyebutnya sebagai sekolah percontohan bagi umat Khonghucu di Indonesia.

“Pemerintah Provinsi hadir dan mendorong penuh pendirian sekolah ini sebagai wujud dukungan nyata pada dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kampus ini selaras dengan cita-cita bangsa untuk mencerdaskan generasi penerus, termasuk pelajar agama Khonghucu.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini