Pemkab Tolikara Rampungkan Pemaparan Renstra OPD Guna Perkuat Program Kerja Lima Tahun

0
Bupati dan Wakil Bupati Tolikara Wilem Wandik-Yotam Wonda memimpin rapat forum perangkat daerag reviu dan validasi rancangan akhir renstra perangkat daerah 2025-2029.

WAMENA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan merampungkan pemaparan rencana strategis atau renstra organisasi perangkat daerah (OPD) guna memperkuat program kerja lima tahun 2025-2029.

Rangkaian pemaparan renstra OPD berlangsung selama 10 hari sejak 5-14 November 2025 berjalan aman, lancar dan penuh dinamika positif hingga sesi terakhir selesai pada pukul 22.18 WIT.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolikara Yosua Noak Douw mengatakan setiap hari seluruh OPD menyampaikan arah kebijakan, sasaran program dan target kinerja yang ingin dicapai selama lima tahun mendatang.

“Setiap OPD juga diminta mengidentifikasi empat aspek strategis yang sangat menentukan kualitas perencanaan yakni masalah pembangunan yang masih menjadi beban pelayanan publik, tantangan kelembagaan dan teknis yang harus diperkuat, peluang strategis untuk percepatan pembangunan daerah dan kekuatan internal daerah yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati,” katanya dalam keterangan tertulis kepada media ini.

Menurut dia, kegiatan ini menggunakan pendekatan diskusi bersifat dialogis, akademis dan berbasis data. Setiap pemaparan diuji, dibedah dan dianalisis secara mendalam, sehingga menghasilkan dokumen renstra yang lebih matang, realistis dan terukur.

“Puji Tuhan, seluruh proses pemaparan renstra OPD dapat diselesaikan dengan baik dalam kemurahan Tuhan. Terima kasih atas dukungan Bupati, Wakil Bupati dan seluruh jajaran OPD yang berkomitmen,” ujarnya.

Dia menjelaskan tahun ini menjadi langkah bersejarah dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Tolikara karena untuk pertama kali pihaknya menerapkan pendekatan ruang akademis dalam penyusunan renstra OPD.

“Dalam pendekatan ini seluruh dokumen renstra diuji kualitas dan kedalaman materinya, ianalisis keselarasan dengan RPJPD dan RPJMD, dievaluasi langsung oleh pimpinan daerah, didalami secara teknokratis oleh para akademisi dan tenaga ahli dan dikoreksi secara menyeluruh untuk penyempurnaan dokumen final,” katanya.

Dia menambahka proses evaluasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Wakil Bupati Tolikara dan melibatkan Tim Ahli Bappenas RI, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, serta Tim Perencanaan Pembangunan Bappeda Tolikara.

“Pendekatan ruang akademis ini memastikan pimpinan OPD memahami keterkaitan antara RPJMD, Renstra OPD, dan target kinerja tahunan, setiap dokumen perencanaan memiliki basis analisis yang kuat, arah pembangunan OPD selaras dengan visi jangka panjang daerah, dan OPD bekerja dengan standar kinerja yang terukur dan akuntabel,” ujarnya.

Dia menuturkan dokumen perencanaan sejak 2023 menjadi landasan kuat dalam pembangunan Kabupaten Tolikara. Seluruh dokumen perencanaan yang telah disusun sejak 2023 mulai dari RPJPD, RPJMD, hingga renstra OPD akan menjadi pedoman strategis pembangunan jangka menengah dan panjang.

“Dokumen-dokumen ini telah dipersiapkan untuk menjadi arah pembangunan Tolikara yang terukur dan berkesinambungan. Kiranya dokumen-dokumen perencanaan yang telah kita susun sejak tahun 2023 menjadi pemandu pembangunan Tolikara yang lebih baik ke depan,” katanya.

Dia menyatakan dengan rampungnya seluruh rangkaian pemaparan Renstra OPD, Pemkab Tolikara kini memasuki fase penting berikutnya yakni implementasi, penyelarasan anggaran, integrasi program dan penguatan koordinasi lintas sektor.

“Pemerintah optimis bahwa semangat kebersamaan dan disiplin teknokrasi yang tumbuh dalam ruang akademis ini akan menjadi modal besar dalam mendorong Tolikara menjadi daerah yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing dalam lima tahun mendatang,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini