Hari Pertama NSF, 12 Desainer Tampilkan Produk Limited Edition & Custom

0

WAMENA – Noken Street Fashion 2024 merupakan ajang kreasi para desainer Papua yang diselenggarakan selama 2 hari, yakni pada tanggal 15 – 16 Mei 2024 di Taman Wisata Hutan Kota Isakusa, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Seremoni pembukaan NSF dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kemenparekraf RI Restoq Krisna Kusuma, Penjabat Bupati Jayawijaya Dr Sumule Tumbo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jayawijaya Engelbert Surabut dan jajaran forkompinda lainnya.

Hari pertama NSF, 12 orang desainer Papua menampilkan karya berupa busana pria dan wanita, tas noken, dasi, topi, anting dan beragam aksesoris lainnya. Fashion show diperagakan oleh puluhan model remaja dan anak – anak yang berjalan di catwalk sepanjang 18 meter ditengah hutan pinus.

Tema fashion yang diangkat ialah The Beauty of Oasika terinspirasi dari fenomena tahunan keindahan alam Lembah Baliem yang terjadi setahun sekali di Bulan Mei, yakni mekarnya rumput owasi – owasika yang berwarna ungu kemerah-merahan.

12 orang desainer berikut brand mereka yakni Agusta Bunai (Labewa Fashion), Pretty Rogi (Binsera Fashion), Margaretha Uktoselya (Mosaba Fashion), Novita Tabuni (Alenggen Family), Delsi Wenda (Nggorygwe Souvenir), Sara Arwakon (Kasumasa Accesories Wamena), Ema Mabel (Welagorek Oba), Yotinus Kobak (Souvenir Tourism), Maria Pekei (Yagu Fashion), Karolina Wenda (Jarik Noken), Lely Rumere (Insyowi Fashion), Stien Melisa Yoweni (Handcraft_Aksesorisstienmelisa).

Selain menampilkan karya 12 orang desainer yang memamerkan fashion noken, panggung NSF juga memamerkan karya 1 orang desainer yang memperkenalkan batik motif Papua Pegunungan yakni Agustina Hubi (Batik Agamua dan Noken Papua Pegunungan).

Pretty Rogi, salah seorang fashion desainer mengatakan bahwa karya yang ditampilkan di panggung Noken Street Fashion ialah karya limited edition dan custom. Pasalnya untuk mendapatkan bahan baku yakni benang serat kulit kayu yang biasa digunakan untuk merajut noken membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Mama – Mama Papua yang memintal benang noken, pengerjaannya masih secara tradisional sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk menghasilkan benang. Biasanya kami pesan jauh – jauh hari sebelumnya,” terangnya.

Oleh karena itu untuk setiap produk yang dikeluarkan biasanya berdasarkan pesanan dan custom, sehingga menjadi produk yang limited edition. Menurutnya, proses pengerjaan yang cukup rumit mulai dari memintal benang serat kulit kayu hingga memadukannya dengan kain ataupun bahan lainnya menjadikan produk yang mereka keluarkan layak dihargai tinggi.

“Orang kalau pakai baju biasa, akh itu biasa saja tetapi kalau digabung dengan etnik yang anda tidak dapatkan dari tempat lain itu akan membuka peluang pasar yang luar biasa,” terangnya.

Pretty menambahkan beberapa produk karya desainer asal Kabupaten Jayawijaya pernah dikirimkan ke luar Papua bahkan keluar negeri. Ia optimis jika Pemerintah Daerah memberikan dukungan dan perhatian kepada para pengrajin noken dan fashion desainer, pangsa pasar mereka akan semakin terbuka lebar dan memiliki prospek yang cerah.  

Semaraknya panggung NSF dan keberanian para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Jayawijaya membuat terobosan dan inovasi produk mendapatkan pujian dari Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreatifitas Restog Krisna Kusuma.

“Noken adalah warisan budaya Unesco sejak tahun 2012 maka sepatutnya kita pertahankan dan kita kembangkan, bukan hanya sebagai tas namun produk ekonomi kreatif lainnya,” pesannya.

Menurutnya NSF memiliki unique selling point atau nilai jual yang unik karena diselenggarakan bersamaan dengan fenomena alam rumput owasi-owasika. Ia pun membandingkan dengan festival di beberapa negara, misalnya di Jepang ada cherry blossom festival.

Restoq Krisna Kusuma juga memberi masukan kepada Pemda agar potensi ini digarap dengan serius yakni mengimplementasikan strategi storinomik yang mengedepankan narasi dan konten kreatif dalam setiap promosi penyelenggaraan event dan memadukannya dengan pola perjalanan wisata dengan interpretasi yang menarik.

“Fenomena alam rumput owasi-owasika dikombinasikan dengan event seperti hari ini, kemudaian ditambah dengan storinomik yang bagu, promosi bagus plus pola perjalanan wisata akan menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun internasional,” urainya.

Menurutnya dengan menggunakan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi pengembangan potensi dan penguatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berjalan lebih optimal dengan 3G yakni gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber) dan garap semua potensi lokal (gaspol). Ia berharap tahun depan Noken Street Fashion kembali masuk dalam agenda pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN)**

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini