5.000 Paket Sembako Murah, Warnai Deklarasi Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu

0
Ketua Badan Musyawarah 7 Wilayah Adat Papua Agus Ohee didampingi Sekretaris Sarlens LS Ayatanoi dan Bendahara I Anna Soro

JAYAPURA – Dampak pandemic Covid-19 hingga saat ini masih terasa, terutama dari sisi ekonomi, ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil, ironisnya ditengah terpuruknya ekonomi harga sembako naik, contohnya minyak goreng dan komoditi lainnya.

Melihat kondisi seperti itu Badan Musyawarah (Bamus) 7 Wilayah Adat Papua tergerak bagaimana caranya membantu masyarakat yang ekonominya belum stabil.

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) 7 Wilayah Adat Papua Agus Ohee mengatakan, harus ada gerakan untuk membantu masyarakat maka dibentuklah “Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu” melalui gerakan ini dengan dukungan pemerintah provinsi Papua disiapkan 5.000 paket sembako murah.

“Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu ini akan kami deklarasikan tanggal 1 – 3 Juli 2022, di Pelataran Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,” katanya didampingi Sekretaris Sarlens LS Ayatanoi dan Bendahara I Anna Soro di Sendok Garpu Restaurant, Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (22/6).

Dan saat deklarasi inilah akan didistribusikan 5.000 paket sembako murah yang merupakan hasil berkolaborasi dengan Pemprov Papua dalam hal ini Gubernur Papua dan Sekda Papua.

“Kegiatan ini tak ada nuansa politik,  semata-mata kegiatan sosial untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya.

Melalui  gerakan gotong royong kotorang baku bantu diharapkan, berbagai pihak mengikuti langkah, yang telah dilakukan Pemprov Papua dalam hal ini Gubernur Papua dan Sekda Papua.

“Kita tidak memberikan gratis, karena ini bukan bantuan sosial. Tapi kita jual dengan harga murah, agar terjadi pergerakan atau aktivitas ekonomi di tengah masyarakat, maka ekonomi itu pun bergerak dan berputar,” ucapnya.

Dengan demikian, ungkapnya, masyarakat bisa merasakan dampak dan manfaatnya,  paket sembako murah ini harganya Rp 120.000 per paket, terdiri dari 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir, 2 kaleng susu, 1 pak teh dan 1 bungkus kopi.

“Paket sembako murah ini dijual dalam bentuk kupon, yang diedarkan sebelum hari H, ada tim di 3 wilayah yakni Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Jayapura yang akan mendistribusikan kupon tersebut,” jelasnya.

Disetiap lembaran kupon ada tanggal penukaran dan pengambilan sembako, juga harus menyertakan foto copy e-KTP. Setiap Kepala Keluarga atau KK dibatasi maksimal membeli dua kupon.

“Kami menyiapkan 20 tenda untuk penukaran dan pengambilan sembako. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Dalam kegiatan ini pun akan melibatkan sekitar 50 UMKM,  juga ada panggung hiburan selama 3 hari berturut turut.

“Sebetulnya 5.000 paket sembako ini masih sangat kurang, dibanding kebutuhan masyarakat yang begitu tinggi. Kami minta maaf, kalau ada masyarakat yang belum kebagian. Kami terus upayakan agar semua masyarakat bisa mendapatkan paket sembako dengan harga murah,” ujarnya.

Karena gerakan ini adalah gerakan gotong royong, maka ia merencanakan akan dilaksanakan terus-menerus dan berkesinambungan di 5 wilayah adat di Papua.

Di wilayah Pegunungan direncanakan dilaksanakan di  Wamena, di wilayah Selatan di Merauke, di wilayah Teluk Cenderawasih di Nabire, Timika dan Biak.(nk)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini