Kinerja Dinas Perindagkop Yahukimo Dinilai Tidak Maksimal

0
Kantor Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Yahukimo

DEKAI-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Yahukimo dinilai tidak bekerja maksimal dalam menjalankan tupoksinya.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga masyarakat Yahukimo yang namanya tidak ingin dimediakan, Rabu (08/06) di Dekai.

Dikatakannya, saat ini harga sembako dan bahan pokok (Bapok) di Ibukota Kabupaten Yahukimo semuanya melonjak naik, namun Dinas Perindagkop tidak pernah melihat hal ini.

“Gula, minyak goreng, rica semuanya naik. Tapi Dinas Perindagkop hanya diam dan tidak melakukan fungsi kerjanya. Saya berharap Dinas Perindagkop harus bekerja baik,” tegasnya dengan nada keras.

Ditambahkannya, selain harga sembako dan Bapok, sejauh ini harga minyak goreng Bimoli 5 liter harganya melonjak tinggi yang sebelumnya Rp. 100 ribu kini naik hingga Rp.  170 ribu.

“Harga minyak goreng dulu Rp100 ribu,  naik  Rp 120 ribu,  naik lagi Rp 130 ribu sekarang sangat mahal Rp170 ribu. Dinas Perindagkop hanya berdiam diri ini bagaimana. Kalau kerjanya model seperti ini, perekonomian di Yahukimo hancur sudah,” katanya dengan nada kesal.

Senada juga disampaikan Yehuda salah satu pelajar, ia mengakui bahwa harga bensin di Yahukimo tidak merata.

” Bensin kalau dalam kota itu Rp. 20 ribu per liter, dan di luar kota macam kilo dua, kilo empat, jalan gunung itu Rp. 25 ribu hingga Rp 30 ribu per liter,” katanya.

Yehuda berharap, pemerintah daerah secepatnya menetapkan peraturan daerah, sehingga perekonomian di Kabupaten Yahukimo dapat normal kembali.

Bintangpapuaonline.com sudah konfirmasi ke Dinas Perindagkop, namun sampai dengan berita ini diturunkan belum ada konfirmasi balik.(land).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini