JAYAPURA– Dinilai dalam pidatonya menyindir dan merendahkan para pemimpinan Papua, dalam hal ini Gubernur Lukas Enembe, Ketua MRP Timotius Murib dan Ketua I DPR Papua Yunus Wonda, Befa Yigibalom dilarang masuk ke Puncak Jaya, hal tersebut disampaikan Tokoh Pemuda Puncak Jaya Wekis Wonda Gire, Jumat (20/05)
Dikatakannya, pidato Befa Yigibalom, saat acara bakar batu di Wamena Kamis (19/05), isi pidatonya tidak menyejukan dan tidak membawa damai, tetapi penuh dengan sindiran.
“Oleh karena itu kami anak – anak generasi penerus Puncak Jaya, dengan tegas menolak Befa Yigibalom dengan timnya, untuk tidak masuk di daerah kami yaitu Puncak Jaya,” katanya.
Harusnya tidak bicara seperti itu, kata Wekis, karena bagaimanapun juga Befa Yigibalom menjadi Bupati Lany Jaya diusung oleh Partai Demokrat, dan Lukas Enembe selaku Ketua Partai Demokrat sangat berperan mengkaderkan calon-calon pemimpin di Papua, itu harus kita akui.
“Tidak perlu menjelek jelekan pemimpinan pilihan rakyat Papua, hanya untuk kepentingan politik semata,” katanya.
Sekedar diketahui Lukas Enembe adalah orang Tolikara, sebelum menjadi Gubernur Papua, ia Bupati Puncak Jaya 2 periode. Sementara Timotius Murib, adalah orang Puncak Jaya mantan Ketua DPRD Puncak Jaya dan sekarang Ketua MRP. Yunus Wonda, orang Puncak Jaya mantan Ketua DPRP dan sekarang Ketua I DPRP. (nk)








































